Gaya "High-Fashion" Jules Koundé Tetap Curi Perhatian Meski Cedera
5 Maret 2026 pukul 19.45

Gaya “High-Fashion” Jules Koundé Tetap Curi Perhatian Meski Cedera
Jules Koundé seolah memiliki dua panggung berbeda dalam hidupnya. Di lapangan, ia dikenal sebagai bek Barcelona yang cepat, agresif, dan mampu dimainkan sebagai bek tengah maupun bek kanan. Namun begitu pertandingan selesai, pemain asal Prancis itu berubah menjadi salah satu ikon fashion paling berani dalam dunia sepak bola modern.
Bahkan ketika cedera sempat menghentikan aktivitasnya di lapangan, perhatian terhadap Koundé tidak sepenuhnya menghilang.
Barcelona mengonfirmasi pada Maret 2026 bahwa Koundé mengalami cedera pada bagian tengah otot biceps femoris paha kiri ketika menghadapi Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey. Ia bahkan hanya bertahan sekitar 13 menit sebelum harus meninggalkan lapangan. Klub ketika itu tidak memberikan tanggal pasti untuk comeback dan menyatakan proses pemulihannya akan menentukan kapan sang pemain kembali.
Bagi Barcelona, kehilangan Koundé jelas bukan perkara kecil.
Namun bagi dunia fashion, absennya sang bek dari lapangan justru tidak menghapus daya tariknya.
Koundé sudah lama dikenal sebagai pemain yang memperlakukan kedatangan menuju stadion seperti sebuah runway pribadi. Jaket oversized, tailoring klasik, kacamata unik, tas desainer, sepatu eksperimental hingga kombinasi pakaian yang sulit dibayangkan dikenakan oleh pesepak bola lain menjadi bagian dari identitasnya.
Highsnobiety bahkan pernah menggambarkannya sebagai salah satu pemain dengan gaya terbaik di sepak bola, sementara ASOS secara khusus menyoroti sederet penampilan Koundé yang memadukan jas formal, aksesori berani dan gaya streetwear.
Yang menarik, Koundé tidak terlihat seperti pemain yang sekadar memakai pakaian mahal karena mendapatkan kontrak sponsor.
Ia benar-benar menyukai fashion.
Dalam pembicaraan mengenai gayanya, Koundé pernah menjelaskan bahwa dirinya tertarik mencoba pakaian berdasarkan insting. Ia tidak terlalu memikirkan apakah sebuah potongan dianggap lazim atau tidak selama merasa menyukainya ketika dikenakan. Sikap tersebut menjelaskan mengapa penampilannya kerap melampaui gaya aman yang biasa terlihat di kalangan pemain sepak bola.
Koundé berani mengenakan rok.
Ia bereksperimen dengan sepatu berhak.
Ia bisa tampil dengan setelan klasik pada satu kesempatan lalu datang menggunakan kombinasi leather jacket dan celana longgar pada kesempatan berikutnya.
Bagi sebagian orang, pilihannya terlihat berlebihan.
Bagi yang lain, justru di situlah daya tariknya.
Fashion Koundé tidak mencoba menyenangkan semua orang.
Ia membentuk identitas sendiri.
Perhatian terhadap gayanya semakin besar bersama tim nasional Prancis. Menjelang dan selama Piala Dunia 2026, para pemain Les Bleus bahkan mendapatkan sorotan khusus karena penampilan mereka di luar lapangan. Financial Times menempatkan Koundé sebagai salah satu figur utama dalam perubahan tersebut, dengan pilihan pakaian mulai dari rok, Cuban heels hingga aksesori yang jauh dari gambaran tradisional seorang pesepak bola.
Fenomena ini memperlihatkan perubahan besar dalam budaya sepak bola.
Dahulu pemain sebagian besar dinilai dari apa yang mereka lakukan selama 90 menit.
Sekarang tidak lagi.
Media sosial memungkinkan penggemar mengikuti bagaimana seorang pemain berpakaian, musik yang mereka dengarkan, tempat yang mereka kunjungi hingga brand yang mereka sukai.
Koundé memanfaatkan ruang tersebut dengan sangat alami.
Ia menjadi bagian dari generasi pesepak bola yang berada di persimpangan antara olahraga, fashion, seni dan budaya populer.
Karena itu, cedera tidak serta-merta membuat namanya hilang dari perhatian.
Ketika tidak bisa menunjukkan kualitas melalui duel atau umpan di lapangan, citra Koundé sebagai figur fashion tetap hidup.
Untungnya bagi Barcelona, masalah kebugaran tersebut tidak membuatnya menghilang dalam jangka panjang. Koundé kemudian kembali bermain, tampil bersama Prancis di Piala Dunia, dan pada Agustus 2026 sudah kembali mengikuti latihan Barcelona. Ia bahkan masuk dalam skuad Hansi Flick untuk pertandingan persahabatan menghadapi Basel pada pertengahan Agustus.
Artinya, jika membicarakan kondisi sekarang, Koundé bukan lagi pemain yang sedang menjalani cedera Maret tersebut.
Tetapi periode ketika ia harus menepi tetap memperlihatkan sesuatu yang menarik.
Popularitas seorang bintang sepak bola modern tidak lagi berhenti ketika ia meninggalkan rumput hijau.
Jules Koundé adalah contoh paling jelas.
Di lapangan, ia bisa mencuri perhatian dengan kecepatan dan kemampuan bertahan.
Di luar lapangan, cukup satu foto kedatangannya dengan outfit baru untuk membuat internet kembali ramai.
Cedera bisa menghentikan langkahnya sementara, tetapi soal gaya, Jules Koundé hampir tidak pernah absen.
Ikuti pertandingan serta berita sepak bola menarik lainnya hanya di LiveNobar.
Related Articles

Gempar Sepak Bola ASEAN: Skandal Dugaan Pemalsuan Dokumen Naturalisasi Malaysia Mencuat ke Publik
9 Maret 2026 pukul 10.33

Achraf Hakimi Resmi Jalani Sidang Dugaan Pemerkosaan, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
4 Maret 2026 pukul 02.26

Kutukan Bela Guttmann: Mitos yang Menghantui SL Benfica Selama Puluhan Tahun
3 Maret 2026 pukul 20.20

Fenomena “Superstition” dan Ritual Aneh di Dunia Sepak Bola
3 Maret 2026 pukul 17.19

Kutukan Nomor 9 di AC Milan: Mitos yang Membayangi Para Striker
3 Maret 2026 pukul 13.25
Latest Update

17 September 2026 pukul 02.16
Dukungan Penuh Sang Juru Taktik: Simeone Tegaskan Lionel Messi Masih Layak Raih Ballon d'Or 2026

17 September 2026 pukul 02.15
Sorotan Tajam Sang Mantan Pelatih: Jose Mourinho Tegaskan Real Madrid Butuh Istirahat di Tengah Padatnya Jadwal

17 September 2026 pukul 02.13
Ujian Lini Pertahanan Garuda: Jay Idzes Cedera, Ini Potensi Barisan Bek Tengah Indonesia

17 September 2026 pukul 02.10
Kisah Resiliensi Sang Penjaga Gawang: Bangkitnya Loris Karius dari Titik Terendah Menuju Pembuktian Diri

17 September 2026 pukul 02.08
Catatan Kelam Sang Megabintang: Setelah 5 Tahun, Cristiano Ronaldo Kalah dengan Skor Telak Lagi

17 September 2026 pukul 02.06
Pahlawan Krusial Los Blancos: Lagi-lagi Espi Selamatkan Real Madrid di Momen Genting

