LIVE

SCORE

PASARAN

BERITA

Achraf Hakimi Resmi Jalani Sidang Dugaan Pemerkosaan, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

4 Maret 2026 pukul 02.26

Achraf Hakimi Resmi Jalani Sidang Dugaan Pemerkosaan, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Achraf Hakimi Resmi Jalani Sidang Dugaan Pemerkosaan, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Achraf Hakimi tengah menghadapi persoalan hukum serius di Prancis. Bek Paris Saint-Germain sekaligus kapten tim nasional Maroko itu diperintahkan untuk menghadapi persidangan atas tuduhan pemerkosaan yang berasal dari sebuah kasus pada 2023. Namun hingga kini, Hakimi tetap membantah tuduhan tersebut dan belum dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

Kasus ini kembali menjadi perhatian setelah Pengadilan Banding Versailles pada 19 Juni 2026 menguatkan keputusan hakim investigasi yang mengirim Hakimi ke pengadilan pidana. Artinya, proses hukum terhadap pemain berusia 27 tahun tersebut bergerak menuju persidangan, meskipun tanggal sidangnya belum diumumkan.

Persoalan tersebut bermula pada 2023.

Kantor kejaksaan Nanterre membuka penyelidikan setelah seorang perempuan yang ketika itu berusia 24 tahun menyampaikan dugaan pemerkosaan yang disebut terjadi di kediaman Hakimi di kawasan pinggiran Paris. Hakimi kemudian menghadapi proses investigasi hukum sejak Maret 2023.

Hakimi sejak awal membantah tuduhan tersebut.

Ia mempertahankan sikap yang sama selama proses hukum berlangsung dan menyatakan ingin mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan versinya secara terbuka di pengadilan. Setelah keputusan Pengadilan Banding Versailles, Hakimi mengatakan dirinya telah menunggu kesempatan untuk menghadapi persidangan dan menyampaikan pembelaannya.

Namun persoalan belum sepenuhnya selesai pada tingkat prosedural.

Pada 26 Juni 2026, pengacara Hakimi, Fanny Colin, mengatakan bahwa pihaknya akan membawa perkara mengenai keputusan untuk menyidangkannya ke Cour de cassation, pengadilan tertinggi Prancis untuk perkara semacam ini. Langkah tersebut dilakukan setelah Pengadilan Banding Versailles menolak upayanya membatalkan pengiriman perkara ke persidangan.

Karena itu, menyebut Hakimi sudah "menjalani sidang" belum sepenuhnya tepat. Status yang lebih akurat saat ini adalah Hakimi telah diperintahkan untuk menghadapi persidangan, sementara proses hukum lanjutan masih berlangsung dan tanggal persidangan belum ditetapkan berdasarkan laporan terbaru yang tersedia.

Lalu dari mana muncul angka 15 tahun penjara?

Dalam hukum pidana Prancis, Pasal 222-23 Code pénal menetapkan bahwa pemerkosaan dapat dihukum dengan 15 tahun penjara kriminal. Dengan demikian, angka tersebut merupakan ancaman hukuman berdasarkan jenis tindak pidana yang didakwakan apabila seseorang akhirnya terbukti bersalah, bukan hukuman yang sudah dijatuhkan kepada Hakimi.

Perbedaan tersebut penting.

Hakimi saat ini tetap harus diperlakukan berdasarkan asas praduga tak bersalah sampai terdapat putusan pengadilan yang menyatakan sebaliknya. Keputusan membawa sebuah perkara ke persidangan berarti pengadilan menilai perkara tersebut layak diperiksa lebih lanjut, bukan berarti terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana.

Kasus ini juga datang ketika Hakimi masih menjadi salah satu pemain penting PSG dan tim nasional Maroko. Bahkan ketika perkembangan hukum terbaru muncul pada Juni 2026, ia sedang bersama tim nasional Maroko di Piala Dunia 2026.

Situasi tersebut membuat perhatian terhadap kasus Hakimi semakin besar. Di satu sisi terdapat karier sepak bola seorang pemain berprofil internasional, sementara di sisi lain terdapat proses pidana serius yang harus berjalan melalui mekanisme hukum Prancis.

Pihak perempuan yang membuat tuduhan juga menyambut keputusan Pengadilan Banding Versailles. Pengacaranya menyatakan bahwa keputusan tersebut memberi kesempatan agar perkara dapat diperiksa dalam persidangan. Sementara tim hukum Hakimi tetap mempertanyakan tuduhan dan mempertahankan bahwa kliennya tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan.

Dengan demikian, babak terpenting dalam perkara Achraf Hakimi belum selesai.

Yang sudah pasti adalah pengadilan banding telah menguatkan keputusan agar ia menghadapi persidangan. Yang belum pasti adalah hasil akhirnya.

Apabila proses tersebut berujung pada persidangan dan Hakimi kemudian terbukti bersalah atas tuduhan pemerkosaan, hukum Prancis mengatur ancaman hingga 15 tahun penjara untuk tindak pidana tersebut. Namun apabila pembelaannya diterima dan tuduhan tidak terbukti, hasilnya tentu dapat berbeda.

Untuk saat ini, Hakimi tetap membantah tuduhan dan belum dijatuhi hukuman.

Kasusnya kini bukan lagi sekadar penyelidikan, tetapi menuju fase pengadilan yang akan menjadi penentu apakah tuduhan serius tersebut dapat dibuktikan secara hukum atau justru terbantahkan.

Ikuti pertandingan serta berita sepak bola menarik lainnya hanya di LiveNobar.

Related Articles

Latest Update