Sporting CP vs Arsenal: The Gunners Menang Tipis 1-0 dalam Laga Ketat
9 April 2026 pukul 07.26

Sporting CP vs Arsenal: The Gunners Menang Tipis 1-0 dalam Laga Ketat
Arsenal berhasil membawa pulang kemenangan penting dari Portugal setelah menaklukkan Sporting CP dengan skor 1-0 pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026. Bertanding di Estádio José Alvalade, Lisbon, pada 7 April 2026, The Gunners harus menunggu hingga masa injury time sebelum Kai Havertz muncul sebagai penentu kemenangan.
Pertandingan sejak awal berlangsung jauh dari kata mudah. Sporting tampil percaya diri di depan pendukungnya sendiri dan langsung memberikan ancaman kepada pertahanan Arsenal. Maxi Araújo bahkan hampir membawa tuan rumah unggul ketika tembakan kaki kirinya menghantam tiang pada fase awal pertandingan.
Momen tersebut menjadi peringatan bagi Arsenal bahwa Sporting tidak akan sekadar menunggu.
Tim asuhan Mikel Arteta perlahan mencoba membangun ritme. Arsenal mulai lebih nyaman mengalirkan bola dan mencari ruang melalui kedua sisi lapangan. Noni Madueke kemudian mendapatkan kesempatan terbaik The Gunners pada babak pertama ketika menyambut sepak pojok dengan sundulan, tetapi bola hanya mengenai mistar gawang saat Rui Silva sudah sulit menjangkaunya.
Dua tim sama-sama mengenai tiang, tetapi tidak ada gol.
Situasi tersebut menggambarkan betapa tipisnya perbedaan sepanjang pertandingan. Sporting mampu menekan melalui transisi, sedangkan Arsenal lebih banyak mencoba mengontrol tempo dan menunggu celah terbuka di pertahanan tuan rumah.
Skor 0-0 bertahan sampai turun minum.
Memasuki babak kedua, Arsenal mencoba meningkatkan keberanian menyerang. Martin Zubimendi bahkan sempat merasa telah memberikan keunggulan setelah mengarahkan bola ke dalam gawang Sporting tidak lama setelah pertandingan melewati satu jam.
Namun selebrasi Arsenal tidak berlangsung lama.
Setelah pemeriksaan VAR, gol tersebut dianulir karena Viktor Gyökeres dinilai berada dalam posisi offside pada proses serangan. Skor tetap 0-0 dan pertandingan kembali berada dalam keseimbangan
Situasi kemudian menjadi lebih rumit bagi Arsenal ketika kapten Martin Ødegaard harus meninggalkan lapangan pada menit ke-70. Gelandang Norwegia itu terlihat mengalami masalah setelah sebelumnya juga baru kembali dari periode cedera panjang. Arteta memasukkan Kai Havertz sebagai penggantinya.
Pergantian itu pada akhirnya menjadi keputusan terpenting malam tersebut.
Namun sebelum Havertz menjadi pahlawan, Arsenal harus bertahan menghadapi tekanan Sporting. Tuan rumah meningkatkan intensitas pada fase akhir dan beberapa kali membuat pertahanan The Gunners bekerja keras.
David Raya menjadi figur sangat penting.
Penjaga gawang Arsenal melakukan sejumlah intervensi krusial, termasuk penyelamatan terhadap sundulan rendah Geny Catamo yang diarahkan ke sudut gawang. Performanya membuat Raya kemudian mendapatkan penghargaan Player of the Match.
Ketika pertandingan semakin mendekati hasil imbang, Arsenal tetap mencoba mencari satu kesempatan terakhir.
Kesempatan itu akhirnya datang.
Pada masa injury time, Gabriel Martinelli menemukan Havertz yang berada bebas di dalam kotak penalti. Penyerang Jerman tersebut mengontrol situasi dengan tenang sebelum melepaskan penyelesaian melewati Rui Silva.
Gol.
Sporting CP 0-1 Arsenal.
Havertz yang masuk dari bangku cadangan menjadi pemain yang mengubah seluruh cerita pertandingan.
Sepanjang hampir 90 menit, kedua tim saling membatalkan kekuatan masing-masing. Sporting mendapatkan peluang, Arsenal mengenai mistar, Zubimendi kehilangan gol akibat VAR, dan Raya harus melakukan sejumlah penyelamatan.
Namun pada akhirnya satu momen konsentrasi yang hilang dari pertahanan Sporting menjadi pembeda.
Kemenangan tersebut juga memiliki nilai psikologis besar bagi Arsenal. Mereka datang ke Lisbon setelah mengalami dua kekalahan beruntun, termasuk tersingkir dari perempat final FA Cup melawan Southampton dan kalah dari Manchester City di final League Cup. Menang di Portugal memberikan respons yang sangat dibutuhkan tim Arteta pada fase krusial musim.
Dari sisi taktikal, pertandingan memperlihatkan kedewasaan Arsenal.
The Gunners tidak selalu tampil dominan. Bahkan pada beberapa periode akhir pertandingan, Sporting justru menjadi tim yang memberikan tekanan lebih besar. Namun Arsenal mampu bertahan dalam situasi sulit dan menjaga pertandingan tetap hidup sampai muncul kesempatan menentukan.
Raya menjadi fondasi di belakang.
Martinelli memberikan kreativitas dari sisi lapangan.
Dan Havertz memberikan sesuatu yang paling penting: penyelesaian akhir.
Sporting tentu pantas kecewa. Mereka mampu menyulitkan Arsenal dan menciptakan peluang yang cukup untuk membuat pertandingan berjalan sangat terbuka. Tetapi pertandingan fase gugur Liga Champions sering kali ditentukan bukan oleh berapa banyak periode permainan yang berhasil dikuasai, melainkan siapa yang paling klinis ketika kesempatan terbesar datang.
Arsenal melakukan itu.
Kemenangan 1-0 membuat The Gunners membawa keunggulan tipis menuju leg kedua di Emirates Stadium. Seminggu kemudian, Arsenal mempertahankan keunggulan tersebut melalui hasil imbang 0-0 di London dan lolos ke semifinal dengan agregat 1-0.
Namun malam di Lisbon tetap menjadi fondasi keberhasilan tersebut.
Sporting mengenai tiang.
Arsenal kehilangan gol karena VAR.
Raya menjaga gawangnya tetap bersih.
Kemudian Havertz datang dari bangku cadangan dan mencetak gol ketika pertandingan hampir selesai.
Sporting CP 0-1 Arsenal menjadi kemenangan yang jauh dari mudah, tetapi justru memperlihatkan kualitas penting sebuah tim yang ingin melangkah jauh di Liga Champions: tetap bertahan ketika ditekan dan menghukum lawan ketika satu kesempatan terakhir akhirnya datang.
Ikuti pertandingan serta berita sepak bola menarik lainnya hanya di LiveNobar.
Related Articles

Arsenal vs Sporting CP: Imbang Tanpa Gol, Arsenal Lolos Berkat Agregat
16 April 2026 pukul 21.57

Bayern Munich vs Real Madrid: Bayern Lolos Dramatis Usai Menang Agregat 6-4
16 April 2026 pukul 21.55

Atletico Madrid vs Barcelona: Barca Menang 2-1 dan Lolos Dramatis
16 April 2026 pukul 05.03

Liverpool vs PSG: Tanpa Gol, PSG Tetap Lolos Berkat Keunggulan Agregat
16 April 2026 pukul 04.48

Atletico Madrid Bungkam Barcelona! Menang 2-0 di Laga Panas
10 April 2026 pukul 04.07

PSG Tunjukkan Kelas! Liverpool Tumbang 2-0 di Laga Bergengsi
10 April 2026 pukul 04.00
Latest Update

12 September 2026 pukul 01.27
Dongeng Manis di Panggung Tertinggi Eropa: Malam Bersejarah Como di UCL, Klub Milik Pengusaha Asal Indonesia

12 September 2026 pukul 01.09
Harmoni Lini Tengah The Reds: Szoboszlai Nyaman Berduet dengan Mac Allister

12 September 2026 pukul 00.28
Kericuhan di Istanbul Berujung Pengunduran Diri: Pelatih Fenerbahce Mundur Usai Ditahan Roma, Ngambek Dilempari Botol

12 September 2026 pukul 00.10
Reaksi Keras Direktur Barcelona: Pedri & Raphinha Absen dari Daftar Ballon d'Or 2026, Deco: Skandal Besar

11 September 2026 pukul 23.59
Analisis Kebutuhan Sektor Sayap: Barcelona Dinilai Lebih Cocok dengan Gaya Main Anthony Gordon daripada Rashford

11 September 2026 pukul 23.41
Sentuhan Magis Sang Bintang Muda: Bayern Vs Bodo/Glimt: Musiala Bikin Gol, Semua Senang

